Penanganan Covid-19 Di Indonesia Sangat Buruk

Uncategorized / 6 May, 2020

Penanganan Covid-19 Di Indonesia Sangat Buruk

Wabah COVID-19 di Indonesia dapat diperpanjang di bawah taktik saat ini utk memaksakan pembatasan sosial skala besar (PSBB), dengan jumlah kasus yang dikonfirmasi pada bln April melebihi jumlah yang diproyeksikan, suatu studi telah menyarankan.

Setelah implementasi PSBB di Jakarta – pusat negara COVID-19, pada 10 April, pengamat kebijakan publik Pandu Wibowo melakukan penelitian, menghitung bahwa Indonesia mungkin mengkonfirmasi hanya 4.700 kasus pada akhir April dan mencapai puncaknya pada Juni dengan 6.100 kasus.

Pada pertengahan April, bagaimanapun, negara melampaui prediksi, dengan jumlah kasus meningkat jadi 5.136 pada 15 April, menunjukkan bahwa langkah-langkah PSBB tidak efektif, penelitian menyimpulkan. Pemerintah telah mencatat 8.211 kasus pada hari Jumat.

Lewat� pengamatan data hingga 20 April, pemerintah telah tidak sukses di bawah taktik pertamanya, dengan PSBB tidak berfungsi sama seperti Seharusnya. Buat itu, pemerintah mesti membawa kesempatan pada skenario dua dan memaksimalkan PSBB, ”kata Pandu pada The Jakarta Post pada hari Jumat.

Pandu menganalisis penyebaran virus korona di Indonesia dengan apa yang disebutnya “model NhPR”, menghitung jumlah kasus yang didapati per hari, serta bisa saja tertular penyakit dan Kebanyakan jumlah orang yang berjumpa orang dengan COVID-19 di bawahnya. PSBB.

Dalam skenario dua, studi ini memproyeksikan bahwa jumlah kasus yang dikonfirmasi di Indonesia dapat mencapai sekitar 11.000 pada bln April, dengan kesadaran yang lebih kuat bakal pembatasan sosial dan perubahan tingkah laku warga pada pekan terakhir bln itu.

“Skenario ke-2 menggambarkan kondisi yang serupa dengan hari ini, dengan kurangnya implementasi PSBB yang efektif seperti Kamis, sementara banyak orang masih tidak mematuhi aturan,” kata Pandu.

Studi ini meramalkan bahwa seandainya pemerintah memaksimalkan kesadaran publik dalam sisa pekan ini, Indonesia dapat menyaksikan sekitar 15.000 kasus pada akhir Mei, dengan 350 hingga 600 kasus baru per hari, dan mencapai puncaknya dengan nyaris 16.000 kasus pada bln Juni.

“PSBB mesti lebih efektif utk mengurangi penularan virus,” kata Pandu, meneruskan bahwa pemerintah mesti memperketat penegakan hukum.

Dia meminta biar pemerintah melakukan lebih banyak sensor di tiap-tiap daerah yang terkena efek dan mempercepat distribusi jaminan sosial buat mendorong orang utk tinggal di Hunian.